Searching...

Mengapa saya tidak ingin masuk surga ?

Sabtu, September 21, 2013
Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Judul diatas memang terlihat agak extrim, namun saya berharap anda mau membacanya sampai dengan selesai agar tidak menjadi kesalahpahaman dan perbedaan persepsi. Bukan apa-apa namun judul diatas memanglah apa adanya yang ada dalam pikiran saya. Anda mungkin saja menganggap saya sebagai orang yang tidak waras dan tidak wajar seperti kebanyakan orang pada umumnya. Bahwa kebanyakan orang jika ditanya “Apakah anda ingin masuk surga?” tentu akan menjawab “YA, saya ingin masuk surga”. Namun berbeda dengan jawaban saya jika ditanya “Apakah kamu ingin masuk surga?” maka akan kujawab “TIDAK !!!, Saya tidak ingin masuk surga”. Dari sini mungkin anda akan berkata dalam hati, “Wah kamu ini sungguh orang yang keblinger (sesat)!!”. Tapi tunggu dulu, jangan keburu untuk diucapkan, sebab saya akan memaparkan alasan-alasan saya mengapa saya tidak ingin masuk surga yang menurut saya merupakan alasan yang sangat realistis. 

Keyakinan kepada Allah SWT dan Kerasulan Muhammad SAW. 
Asyhadu ala ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrosuulullah. “Saya bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi Muhammad Rosul Allah”. Dari dua kalimat syahadat tersebut saya yakin dan amat yakin sekali bahwa hal-hal yang ada di alam semesta ini yang berjalan begitu rapi dan teraturnya, tidak ada cela sedikitpun. Dan dari keadaan alam inilah tanda-tanda kekuasaan Allah dapat dilihat dan diketahui. Seperti pergantian siang dan malam, tanah yang gersang dan tandus ketika turun hujan maka tumbuhlah berbagai tanaman yang dapat di manfaatkan oleh manusia, peredaran matahari dan bulan, gunung, laut dan masih banyak yang lainnya yang tidak mungkin kita bisa menghitungnya. Siapakah yang dapat melakukan semua ini ??? siapakah yang dapat mengatur semua ini ?? Tidak lain dan tidak bukan hanyalah Allah SWT. 

Keyakinan akan Hari Akhir, Surga dan Neraka. 
Semua orang pasti akan menemui kematian, seperti yang telah difirmankan Allah dalam Al-Qur’an bahwa setiap yang berjiwa akan mati. Dan tentang kematian ini sering kali kita lihat disekitar kita, baik pada tumbuhan, binatang, dan manusia. Tentunya sebagai bukti adalah kuburan-kuburan atau makam yang ada di setiap desa atau lingkungan. Didalam Al-Qur’an Allah telah banyak mengingatkan manusia tentang hari akhir, hari berbangkit, syurga dan neraka. Bencana-alam yang terjadi dimuka bumi ini bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Gelombang tsunami, gempa bumi, banjir, udara panas dsb itu semua merupakan bukti kekuasaan Allah. Begitu mudahnya Allah membuat semua itu terjadi. Dulu saya tidak bisa membayangkan bagaimana air laut bisa merobohkan gedung-gedung bertingkat. ... Tapi itulah Allah yang maha segalanya ... dan itu sangat mudah dilakukan-Nya. Dari sini saya sangat percaya kekuasaan Allah tentang hari akhir atau kiamat. Pada saat itu dunia akan menjadi rata se rata-ratanya. Mengenai hari berbangkit, Allah telah membuat perumpamaan tentang rumput yang telah mati kemudian turun air hujan, maka tumbuhlah rumput itu kembali. Demikian pulalah manusia yang telah mati, nantinya akan dibangkitkan pula. Syurga dan neraka dapatlah kita pahami dengan hadiah bagi yang taat / patuh atau berbuat baik dan hukuman bagi yang tidak taat atau tidak patuh bahkan membangkang atau ingkar. Alangkah tidak adilnya bila tidak ada surga dan neraka atau hadiah dan hukuman. 

Mengapa tidak ingin masuk Syurga ? 
Keyakinanku akan Allah, Nabi Muhammad, Hari akhir, Syurga dan Neraka tentu membuatku untuk lebih selalu mendekatkan diri kepada Allah dan senantiasa berbuat baik yang dilandasi dengan iman kepada Allah. Saya yakin akan adanya surga dengan seyakin-yakinnya seakan-akan telah melihatnya sendiri. Dan saya juga yakin dengan Ridho Allah SWT, bahwa semua orang bisa masuk surga dengan menjalankan petunjuk yang telah Allah berikan di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Oleh karena itulah saya tidak ingin masuk surga, tetapi saya HARUS masuk surga. Kata-kata “ingin” biasanya diucapkan kepada hal-hal yang sangat sulit kita jangkau dan oleh karenanya kita akan enggan untuk memperjuangkannya. Misalnya : saya ingin jadi presiden, saya ingin mobil limusin, saya ingin jadi sarjana, saya ingin kaya. Kata “ingin” tersebut biasanya tidak akan memberi efek positif pada orang yang mengucapkannya. Artinya orang tidak atau kurang berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tersebut. Berbeda dengan kata “harus”, seperti saya harus jadi presiden, saya harus punya mobil limusin, saya harus jadi sarjana, saya harus kaya. Kata “harus” di sini akan memberi efek kepada orang yang mengucapkannya untuk selalu berusaha dan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Walhasil dengan usaha yang dilakukannya dengan izin Allah akan dapat menjadi kenyataan. Oleh karena itu kalau sesuatu tersebut masih bisa dan dapat kita raih, mengapa hanya ingin?? Bukankan lebih baik harus kita dapatkan ?? termasuk untuk mendapatkan Syurga, kita harus masuk surga. 

Semoga tulisan ini bisa memberi motivasi kepada diriku yang masih berlumur dosa dan kesalahan ini dan juga anda para pembaca untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih bisa mendekatkan diri pada Allah SWT sehingga surga yang telah dijanjikan Allah dapat kita raih. Aminn 

Saya seorang hamba yang lemah dalam membuat tulisan dan rangkaian kata, jika ada kritikan, saran perbaikan, silahkan ditulis pada komentar dibawah. 

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

0 komentar:

Poskan Komentar